15 Dec 2010

Apaa??? ITP???

Author: adrianuse09 | Filed under: Uncategorized

Masa -masa SMA hampir berakhir dan saya pun belum terdaftar di universitas manapun. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti SNMPTN, peluang terakhir unutuk masuk universitas. Saya bingung jurusan manakah yang harus saya pilih. Saya bertanya pada Ibu saya dan ia menjawab, “Kan kamu suka makan, kamu masuk teknologi pangan saja.” Saya pun berpikir dan mulai mencari universitas mana yang memiliki jurusan teknologi pangan terbaik. Saya pun akhirnya memutuskan memilih IPB jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan. Jujur saja, saya tidak percaya pada akhirnya diterima di IPB.

Saya pun mulai belajar di ITP pada semester III. Awalnya saya benar-benar tidak menikmati mata kuliah di ITP. Namun, seiring berjalannya waktu saya mulai menikmati apa yang harus saya pelajari. Saya mulai tertarik tentang bagaimana sebenarnya pangan yang baik dan sebagainya.

Nah, sekarang saya akan mencoba untuk mengulas substistusi bahan pangan di Indonesia, khususnya substitusi beras dan tepung terigu. Seperti kita lihat, Indonesia mungkin masih dapat bertahan dengan konsumsi beras. Namun, diperkirakan pada tahun 2031 angka kebutuhan beras akan mencapai 4,76 juta ton. Dengan penurunan lahan sawah rata-rata 0,17 persen per tahun, maka ketersediaan beras hanya mencapai 4,75 juta ton. Angka ini belum dikurangi untuk pakan ternak dan kebutuhan industri. Bila kondisi ini tidak segera diatasi, maka besar kemungkinan pada suatu saat ketersediaan beras tidak mencukupi dan pemerintahpun dengan terpaksa akan menjadi negara pengimpor beras.

Padahal, banyak bahan baku lokal yang dapat diolah sebagai pengganti beras, misalnya: umbi-umbian, tepung ganyong, dan lain-lain. Kita dapat mengganti nasi menjadi roti ataupun singkong. Selain itu aneka tepung tersebut juga dapat menyubstitusi terigu sebesar 30 persen untuk berbagai produk roti, pizza. Serta dapat pula mensubstitusi tepung beras untuk jenis makanan tradisional, seperti mie, lapis, klepon yang sangat disukai anak-anak dan remaja, juga bergizi. Namun, terkadang walaupun kita sudah mengkonsumsi hasil olahan tersebut, kita pun masih belum puas bila belum makan nasi. Hal ini dikarenakan kebiasaan kita yang memang sangat tergantung pada nasi. Akhirnya, kembali kita harus membiasakan generasi penerus kita untuk terbiasa tidak tergantung pada nasi, namun dengan pangan lokal lainnya.

Referensi:

http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=29977&Itemid=62

http://www.linkpdf.com/download/dl/potensi-tepung-ubi-jalar-sebagai-bahan-substitusi–.pdf

http://www.jevuska.com/topic/contoh+substitusi+bahan+pangan.html

http://www.litbang.deptan.go.id/artikel/one/215/

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme